Putri Wales, Catherine Middleton, dilaporkan menyebabkan perselisihan dalam keluarga kerajaan, dengan Ratu Camilla merasa semakin “dikesampingkan” oleh meningkatnya ketenaran Kate. Ketegangan ini berasal dari persaingan yang sudah berlangsung lama, dan diperburuk oleh penampilan publik baru-baru ini di mana Kate menegaskan posisinya dalam monarki.
Bangkitnya Reaksi Kate dan Camilla
Kate menjadi anggota kerajaan paling populer, membayangi tokoh senior lainnya, termasuk Camilla. Orang dalam berpendapat bahwa Camilla merasa terancam oleh pengaruh Kate yang semakin besar, terutama setelah pertunangan Kate yang penting baru-baru ini.
Salah satu momen penting yang dikutip adalah Kate mengenakan tiara penting, yang oleh sebagian orang ditafsirkan sebagai pernyataan yang disengaja tentang perannya di masa depan sebagai Ratu. Tindakan ini kabarnya membuat marah Camilla, yang diduga merasa Kate sengaja merendahkan posisinya.
Menurut sumber yang berbicara kepada Closer Online UK, Camilla tidak menanggapi tantangan ini dengan baik, dan memilih untuk tetap mempertahankan wilayahnya daripada mengakui kekuasaan Kate. Situasi ini digambarkan sebagai eskalasi berbahaya dari perseteruan yang sudah ada.
Sejarah Gesekan
Ini bukanlah konflik baru. Rumor ketegangan antara Kate dan Camilla telah beredar selama bertahun-tahun, terutama setelah keputusan Camilla mengundang Rose Hanbury ke penobatan di tengah spekulasi tentang perselingkuhan dan dinamika kekuasaan.
Penulis kerajaan Christopher Andersen sebelumnya menuduh bahwa Camilla secara aktif berupaya mengganggu hubungan Kate dan William pada tahun 2007, dilaporkan mendorong Charles untuk mempengaruhi William agar putus dengan Kate. Klaim ini, meski belum terverifikasi, menunjukkan adanya permusuhan mendalam yang sudah ada sebelum popularitas Kate saat ini.
Apa Artinya
Perseteruan antara Kate dan Camilla menyoroti persaingan internal dalam keluarga kerajaan. Ketika Kate semakin menonjol, hierarki yang sudah mapan merasa semakin tertantang. Situasi ini kemungkinan akan terus meningkat kecuali Camilla memilih untuk beradaptasi dengan meningkatnya pengaruh Kate daripada menolaknya.
Konsekuensi jangka panjang dari persaingan ini masih belum jelas, namun hal ini menegaskan perebutan kekuasaan yang terjadi di bawah permukaan monarki.




















