Charlize Theron, aktris pemenang Oscar, menyampaikan pesan perdamaian yang tak terduga saat upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin pada hari Jumat. Berbicara sebelum kuali dinyalakan, Theron—yang menjabat sebagai Utusan Perdamaian PBB—membacakan pernyataan yang dikaitkan dengan Nelson Mandela, yang mendesak persatuan dan rasa hormat di tengah konflik global.
Pesan yang Berakar di Afrika Selatan
Theron, lahir di Afrika Selatan, menyoroti visi perdamaian Mandela lebih dari sekadar tidak adanya perang. Ia menekankan bahwa perdamaian sejati memerlukan penciptaan kondisi agar semua orang dapat berkembang, tanpa memandang latar belakang atau identitas. Pemilihan waktu penyampaian pesan ini sangatlah menyedihkan, mengingat meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah di seluruh dunia.
Mengapa Ini Penting
Olimpiade secara historis menjadi wadah pernyataan politik, meski seringkali tidak kentara. Seruan langsung Theron untuk perdamaian tidak biasa dalam upacara pembukaan, yang biasanya berfokus pada perayaan dan kebanggaan nasional. Langkah ini menggarisbawahi meningkatnya kesadaran di kalangan tokoh masyarakat akan tanggung jawab mereka untuk mengatasi isu-isu global, dengan menggunakan peristiwa-peristiwa penting untuk memperkuat pesan-pesan penting.
Koneksi Pribadi Theron
Aktris tersebut tampak terlihat emosional saat menyampaikan pernyataan tersebut. Keterlibatannya berasal dari kerja kemanusiaan selama bertahun-tahun melalui Africa Outreach, yang menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap perubahan sosial. Karier modeling awalnya di Italia—disebutkan secara singkat dalam laporan—menambah lapisan sejarah pribadinya saat kembalinya dia ke panggung internasional.
“Perdamaian bukan sekedar tidak adanya konflik. Perdamaian adalah terciptanya lingkungan di mana semua orang dapat berkembang.”
Momen tersebut memicu diskusi tentang apakah aktivisme selebriti efektif. Beberapa orang melihatnya sebagai sebuah tindakan performatif, sementara yang lain berpendapat bahwa hal ini membawa isu-isu penting ke perhatian yang lebih luas. Terlepas dari itu, pidato Theron menjadi pengingat bahwa bahkan di saat-saat kompetisi atletik, upaya perdamaian tetap menjadi hal yang terpenting.
Upacara diakhiri dengan permohonan Theron yang penuh semangat bergema di seluruh stadion. Dengan memanfaatkan warisan Mandela, ia mengubah Olimpiade ini sebagai peluang bagi persatuan global, bukan sekadar persaingan atletik.





















