Anda mungkin tidak menemukan sapote di supermarket lokal Anda, tetapi jika Anda berada di iklim tropis atau subtropis yang tepat, Anda patut mencarinya. Buah ini bukan hanya satu hal. Nama ini berlaku untuk beberapa tanaman berbeda, masing-masing memiliki profil rasa dan keluarga botani tersendiri. Kebanyakan orang yang berbicara tentang “the” sapote mengacu pada Pouteria sapota, sawo klasik. Namun ada juga sapote hitam yang rasanya seperti puding coklat, dan sapote putih yang teksturnya lembut dan creamy. Memahami perbedaannya membantu Anda menghindari kesalahan membeli buah atau bingung dengan labelnya di pasar petani.

Sapote Klasik (Pouteria sapota )

Sapote sejati termasuk dalam famili Sapotaceae. Ini adalah pohon cemara yang tingginya bisa mencapai 23 meter (75 kaki). Kayunya keras dan berwarna kemerahan, membuatnya tahan lama, meskipun Anda berada di sana untuk buahnya, bukan kayunya. Berasal dari Amerika Tengah, pohon ini telah menyebar ke utara dan sekarang dibudidayakan di tempat-tempat seperti Amerika Serikat bagian tenggara.

Buahnya sendiri berukuran kecil dibandingkan dengan pohonnya yang besar. Bentuknya kira-kira bulat, berukuran diameter antara 5 dan 10 cm (2–4 inci). Kulitnya berwarna coklat karat. Di dalamnya, Anda menemukan daging berwarna oranye kemerahan. Teksturnya lembut. Rasanya ringan dan manis musky. Rasanya tidak terlalu manis seperti mangga, tetapi memiliki rasa manis yang kaya dan bertahan lama. Setiap buah memiliki satu biji besar berwarna coklat mengkilat.

Orang memakan buah ini segar. Anda bisa mengeluarkannya dari kulitnya seperti alpukat. Itu juga dicampur menjadi smoothie. Beberapa orang mengaduknya menjadi es krim. Yang lain membuat pengawetan. Fleksibilitasnya berasal dari konsistensi yang kental dan lembut.

Varietas Hitam Putih

Nama “sapote” menimbulkan kebingungan karena diterapkan pada buah-buahan yang tidak berkerabat di Amerika Latin. Anda perlu tahu yang mana yang Anda makan.

Sapotet hitam (Diospyros nigra ) termasuk dalam famili Ebenaceae, sama dengan kesemek pada umumnya. Tumbuh di seluruh Karibia dan Amerika Tengah. Sering disebut dengan buah puding coklat. Mengapa? Karena dagingnya berwarna gelap dan memiliki rasa serta tekstur yang sangat mirip dengan puding coklat. Itu padat dan manis.

Sapote putih (Casimiroa edulis ) beda lagi. Itu milik keluarga Rutaceae, yang mencakup tanaman jeruk seperti jeruk dan lemon. Tumbuh dari Meksiko hingga Kosta Rika. Buahnya lebih kecil dan bulat. Dagingnya berwarna putih dan seperti puding. Rasanya ringan, manis, dan sedikit aromatik. Ini kurang musky dibandingkan sapote klasik.

Mengapa Kebingungan Itu Penting

Mengetahui perbedaan itu penting karena dua alasan. Pertama, rasanya berbeda. Jika Anda mengharapkan puding coklat dan membeli sapote putih, Anda akan kecewa. Jika Anda menginginkan buah yang lembut dan musky serta mendapatkan varietas yang berwarna hitam, Anda mungkin menganggapnya terlalu pekat. Kedua, biji dan kulitnya berbeda. Sapote klasik memiliki biji berwarna coklat yang besar. Sapote hitam memiliki banyak biji dalam daging buah agar-agar. Sapote putih memiliki kulit yang halus dan tipis.

Getah klasik